Home > STARTUP > Bermodal Rp 100 ribu, omzet peyek kepiting Timoer Rp 150 juta/bulan

Bermodal Rp 100 ribu, omzet peyek kepiting Timoer Rp 150 juta/bulan

Peyek, makanan sejenis keripik khas Jawa ini memang sudah sangat familiar di lidah masyarakat. Tak hanya di Jawa, tetapi sudah menjadi camilan enak yang diketahui seluruh penjuru Nusantara. Nah, peyek yang satu ini benar-benar berbeda. Dibuat dari daging kepiting, jadilan peyek ini disebut peyek kepiting.

Adalah Filsa Budi Ambia (29) yang mempunyai ide mengubah kepiting menjadi peyek. Pria yang tinggal di Balikpapan ini sudah menggeluti usaha peyek kepiting sejak 2,5 tahun lalu. Ia melihat peluang usaha kepiting karena mendapati bahan kepiting yang sangat melimpah di Balikpapan.

“Banyak sekali kepiting yang tak lulus standar ekspor hanya gara-gara hal kecil. Kepiting hidup tapi kakinya patah satu saja direject. Kan sayang, mau dilempar ke mana coba?” terang Filsa

Filsa Budi Ambia

Filsa Budi Ambia

Dari situlah Filsa mencari ide usaha dengan bahan baku kepiting. Kepiting sudah menjadi oleh-oleh Balikpapan tapi dalam bentuk makanan berat. Ia belum menemukan kepiting dijadikan makanan ringan atau snack. Dari situlah akhirnya tercetus ide membuah kepiting menjadi peyek kepiting.

Bermodal uang Rp 100 ribu, Filsa membeli kepiting dan berbagai kebutuhan untuk membuat peyek. Peyek itu kemudian ia tawarkan ke teman-temannya, dan ternyata responnya bagus. Dari promosi mulut ke mulut akhirnya peyek kepiting yang ia beri nama ‘Kampoeng Timoer’ ini banyak dikenal.

“Alhamdulillah sekarang uang Rp 100.000 itu sudah menjadi usaha beromzet Rp 150 juta per bulannya,” kata Filsa.

Usaha yang dimulai sejak awal tahun 2013 itu kini telah menjadi salah satu oleh-oleh andalan di Balikpapan. Selain telah menjadi solusi bagi berlimpahnya kepiting, usaha Filsa ini juga telah mengurangi pengangguran warga sekitar karena telah mempekerjakan 22 pegawai.


@brilio.net

(Visited 348 times, 4 visits today)

1 Response

Leave a Reply

*