Home > STARTUP > CEO Bukalapak: Mulai dari sekarang dan jangan takut gagal

CEO Bukalapak: Mulai dari sekarang dan jangan takut gagal

Achmad Zaky (foto kanan) tumbuh dengan keinginan memiliki pekerjaan yang baik dengan gaji yang besar. Sewaktu kecil, Zaky hidup di Sragen, Jawa Tengah, di mana orang tuanya bekerja sebagai guru sekolah menengah. Kedua orang tua Zaky berharap anak mereka akan bekerja di kantor pemerintahan atau mendapat pekerjaan yang stabil.
“Saya tidak pernah berhubungan dengan dunia entrepreneurship di masa kecil saya,” kata Zaky. Tapi ia sekarang menjalankan Bukalapak, salah satu website marketplace terbesar di Indonesia.
Zaky diperkenalkan pada dunia teknologi ketika ia masih menempuh pendidikan di sekolah dasar. Ayahnya membelikannya komputer dan buku pemrograman seperti Basic and Fortran yang dengan antusias dibaca oleh Zaky. Ia senang bermain dengan komputernya dan minat ini berubah menjadi hobi yang kemudian membuatnya ikut berpartisipasi pada berbagai kompetisi komputer.

Salah satunya adalah Olimpiade komputer nasional selama belajar di sekolah menengah. Masih bersikukuh akan keinginannya mendapatkan pekerjaan yang stabil, ia melanjutkan studinya di Institut Teknologi Bandung (ITB). Selama menempuh jenjang perguruan tinggi inilah Zaky mengembangkan rasa ingin tahunya untuk membuat dan menjalankan bisnis sendiri. “Karena banyak teman-te

Warung mie sederhana

Usaha pertama Zaky adalah bisnis mie yang ia jalankan di tahun keduanya berkuliah dengan uang simpanannya dari hadiah memenangkan kompetisi komputer. Ia ingin menjual mie dengan harga terjangkau untuk mahasiswa. Namun, akhirnya ia menutup usahanya tersebut. “Kami gagal karena kurang pengalaman. Kami ingin membuka warung mie lezat yang murah, tapi itu menyebabkan kami memiliki margin rendah, dan mengakibatkan pelayanan tidak sesuai dengan yang kami harapkan. Itu tidak cocok.” Namun, ia tidak menyerah.
Tahun berikutnya, Zaky memanfaatkan kemampuan komputernya untuk mendirikan sebuah software house bernama Deft Technology. Timnya memenangkan Indosat Innovation Wireless Contest pada tahun 2007 dan memperoleh penghargaan “merit winner” (juara kedua) di Indonesia ICT Awards (INAICTA) setahun kemudian.
Zaky menjalankan perusahaan tersebut selama dua tahun dan kemudian mengganti namanya menjadi Suitmedia, yang menawarkan jasa kreatif dan konsultasi di sektor teknologi. Tim tersebut mendirikan Bukalapak sebagai proyek sampingan mereka. Awalnya Bukalapak dimaksudkan untuk menjadi produk portofolio untuk ditunjukkan kepada klien.

Mulai sekarang juga!

Zaky mendorong semua anak muda untuk mulai membangun startup mereka sesegera mungkin:
Karena jika Anda bertambah tua dan sudah menikah serta memiliki anak, Anda cenderung memiliki lebih banyak pertimbangan dan lebih konservatif. Jika saya harus membangun startup saya sekarang dengan modal nol, saya mungkin tidak mau [mengambil risiko] karena saya memiliki istri dan seorang anak perempuan.
Ia menambahkan bahwa kita seharusnya tidak takut gagal tapi justru menerimanya. “Kegagalan adalah apa yang membuat kita memperbaiki diri dan mempertajam naluri kita. Saya telah gagal beberapa kali dan saya merasa itu baik bagi saya. Kegagalan tersebut mengantarkan saya ke kondisi saya saat ini.”
Ketika Anda mengambil sebuah risiko, terjunkan diri Anda dan fokuslah 100 persen, ia menambahkan, karena menjalankan startup adalah hal yang sangat sulit. Zaky keluar dari perusahaannya untuk menjalankan Bukalapak dan istrinya keluar dari pekerjaan rutinnya untuk menjalankan e-store fashion untuk wanita muslim bernama HijUp.
Perjalanan Anda akan menjadi lebih lancar jika Anda bisa menemukan partner yang baik. “Menjalankan startup seperti menikah – perlu komitmen dan partner yang baik,” jelas founder Bukalapak ini. “Kadang-kadang Anda memiliki konflik, kadang-kadang Anda bersenang-senang, tapi chemistry [dengan partner Anda] akan selalu ada, tidak peduli dalam kondisi apapun.”
(Visited 342 times, 5 visits today)

Leave a Reply

*