Home > STARTUP > Cerita Banting Stir Karyawan Jadi Pengusaha

Cerita Banting Stir Karyawan Jadi Pengusaha

Nah, temen-temen garagara ini kisah nyata lagi dari motivator hebat Billy Boen, udah tau kan Billly Boen itu siapa? bagi yang belum tahu googling sana,hehehe. Yudahn simak yuk cerita inspiratifnya dari Bang Boen yang menceritakan tentang karyawan yang banting stir jadi pengusaha, gimana tuh. Cekedot….

Saya punya teman dekat yang beberapa tahun lalu sering ketemu saya, dan setiap ketemu saya dia selalu curcol dan bilang bahwa dia mau banget jadi pengusaha. Dia sendiri 10 tahun di atas saya umurnya, dan dia adalah seorang senior manager di perusahaan multinasional. Jadi secara gaji, ngga perlu dikhawatirkan. Mobil kantornya aja BMW.

Saya sudah pernah sampe coba brainstorm sama dia berkali-kali, hingga akhirnya saya sempat buatkan draft Busines Plan untuk usaha yang dia mau geluti. Berdasarkan ide yang dia miliki, saya coba rangkum sedetail-detailnya, dan saya kasih dia pe-er untuk ‘research’ kecil-kecilan. Ngga mungkin juga saya yang ngerjain semua, karena soul sebuah usaha ya ada di otak dan hati si sang foundernya.

Pendek cerita, usaha ini ngga pernah dia coba. Dia sampai pada titik bilang, “Bill, elu udah bantuin gua banyak. Kayaknya emang gua ngga berani ninggalin corporate life. Elu ngga perlu bantuin gua lagi untuk supaya gua jadi entrepreneur.”

Minggu lalu saya makan siang dengan seorang teman yang juga adalah seorang top eksekutif di perusahaan multinasional. Ceritanya beda sama cerita tentang teman saya yang barusan saya ceritain. Dia baru invest di sebuah klinik, dan dia ternyata baru resign dari perusahaan tempatnya bekerja sejak dia baru lulus kuliah sekitar 20+ tahun lalu! Yes, dia udah 20 tahunan lebih jadi karyawan, kerja di Amerika, Singapur, dan terakhir ditaro di Indonesia oleh perusahaannya. Dan, dia bulan Juli depan akan terbang ke Dubai bersama keluarganya untuk memulai hidup barunya. Jadi dia akan tetap sebagai shareholder di klinik yang ada di Jakarta, tapi di Dubai dia akan jadi entrepreneur juga, karena dia baru daftarin akte perusahaannya di sana.

Ketika ditanya oleh teman saya yang juga ikut lunch minggu lalu, “Kok berani?” Dia jawab: “Dia selama ini nabung banyak. Jadi ketika ada kesempatan temennya ngajak bisnis, dia punya modal untuk jadi pemodalnya.” Dia juga bilang bahwa ngga akan pernah ada waktu yang tepat, ngga akan pernah ada kata “Saya siap” ketika harus resign dari perusahaan tempat kita kerja, dan banting setir untuk jadi entrepreneur.

Ini mengingatkan saya ketika saya resigned dari MRA Group. Jabatan tinggi, gaji dan bonus besar, kerjaan enak banget.. dan saya tinggalin itu semua demi merintis YOT dari nol. Apakah saat itu saya benar siap? Ngga. Tapi memang panggilan saya untuk merintis YOT dari nol lebih besar dan lebih bermakna buat saya dibandingkan saya melanjutkan hidup saya di corporate life.

Semua orang punya ceritanya masing-masing. Apa cerita kamu? Oh ya, kalau kamu milih untuk jadi profesional alias karyawan, NGGA ADA SALAHnya sama sekali loh ya. Kalau kamu jadi karyawan yang berintegritas, kamu juga mulia karena kamu memimpin banyak orang untuk membesarkan perusahaan tempat kamu bekerja.. ini juga berimpact terhadap banyak keluarga loh.

Kalau kamu mau jadi entrepreneur, dan sekarang lagi masih bekerja.. good luck! Semoga tulisan ini bermanfaat ya.

@BillyBoen

(Visited 395 times, 1 visits today)
You may also like
Karya Penulis Cilik Indonesia Muncul di Amazon
Startup Dana Terbatas? Coba Lakukan “Growth Hacking”
Entrepreneur = Menyelesaikan Masalah, Bukan Untuk Kaya

Leave a Reply

*