Home > HOBI > Cintanya Dellie Threesyadinda Kepada Panahan

Cintanya Dellie Threesyadinda Kepada Panahan

Dellie Threesyadinda

Panahan merupakan salah satu cabang olahraga yang mulai berkembang. Dahulu, cabang olahraga ini masih sedikit diminati oleh masyarakat. Salah satu atlet wanita yang menjadi atlet panah di Indonesia yakni Dellie Threesyadinda, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Airlangga.

Panahan dan Keluarga

Setiap keluarga biasanya memiliki nilai-nilai yang dikembangkan dan tercermin pada setiap aktivitas yang disosialisasikan kepada anggota keluarga mereka. Sama halnya dengan keluarga Dellie Threesyadinda yang senantiasa mengajarkan tentang olahraga panah. Hal tersebut telah menumbuhkan minat olahraga panahan pada Dellie Threesyadinda.

“Saya dan keluarga memang sudah menjadi atlet panahan, sejak kakek saya dulu. Ibu saya pemanah, Bapak saya juga pemanah.” cerita Dellie

Orang tua Dellie tersebut telah mengajarkan Dellie memanah sejak ia kecil. Ia dulu belajar memanah sejak usia 15 tahun. Namun hal tersebut bukan berarti dari dirinya sendiri tidak memiliki minat dalam memanah, ia juga telah menaruh hati untuk ikut olahraga memanah.

“Saya sendiri sudah punya minat untuk memanah, dari dulu saya juga suka untuk ikut pertandingan. Kebutuhan untuk memanah sudah difasilitasi, saya sendiri juga enjoy untuk memanah”kata Dellie

Pengalaman menjadi Atlet Panahan

Dellie Threesyadinda

Dellie Threesyadinda

Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Airlangga ini telah lama menggeluti olahraga cabang panahan. Ada banyak pengalaman dan manfaat yang ia dapatkan saat menjadi atlet panahan. Salah satu pengalaman berkesan yang dirasakan oleh Dellie, yakni saat ia berada pada final Asia Grand Prix di Iran pada tahun 2007. Pada final tersebut ia harus menghadapi Ibunya sendiri. Selain itu, ia juga penah menjadi rekan satu tim ibunya pada World Cup 2007 di Inggris.

Dellie mengaku, manfaat lain yang dirasakannya dari olahraga cabang panahan ia bisa keliling dunia. Pendidikan juga dimudahkan melalui jalur prestasi seperti yang ia rasakan hingga saat ini.

“Panahan itu nggak cuman olahraga, tapi juga olah-rasa, karena memanah itu suasana hati harus tenang. Pada akhirnya saat panah kita mencapai sasaran, tentu akan ada kepuasan”

Pada olahraga panahan, ada beberapa nomor yang dikompetisikan, yaitu Recurve dan Compound. Klasifikasi tersebut berdasarkan alat panahan yang digunakan. Dellie dulunya pernah termasuk ke dalam nomor Recurve, namun saat ini ia sudah termasuk ke dalam nomor Compound.

Ada beberapa kejuaraan yang menjadikan nomor compound sebagai salah satu kategori cabang panahan, seperti World Cup, Asian Grand Prix, dan SEA Games. Untuk kejuaraan Asian Games dan Olimpiade, masih direncanakan untuk penambahan nomor compound dalam kompetisi olahraga cabang panahan. Selain itu, Dellie juga mewakili Jawa Timur pada ajang Pekan Olahraga Nasional Riau 2012, dalam kelas compound.

Saran untuk Olahraga Panahan di Indonesia

Mahasiswa kelahiran 12 Mei 1990 ini mengatakan bahwa kondisi olahraga panahan di Indonesia saat ini sebenarnya sudah cukup pesat. Hal tersebut terlihat dari banyaknya pemanah-pemanah junior yang terlihat di lapangan untuk berlatih memanah. Namun minat pada cabang olahraga panahan yang meningkat tersebut masih kurang diikuti dengan peralatan dan teknologi yang ada. Selain itu menurut Dellie, para pemanah juga masih kurang memiliki kemauan untuk menang.

“Kemauan untuk menang para atlet panah pada saat mengikuti kompetisi masih kurang gregetnya” kata Dellie

Menurut Dellie, kunci untuk menjadi atlet panahan yang berhasil adalah ketekunan, karena menjadi atlet panahan harus rajin untuk berlatih. Kalau banyak berlatih siapapun pasti bisa menjadi pemanah yang terbaik.


@unair.ac.id

(Visited 501 times, 5 visits today)

Leave a Reply

*