Home > GAYA > Dilema Punya Mobil Pribadi

Dilema Punya Mobil Pribadi

bukan manusia namanya jika tidak memiliki keinginan untuk diakui oleh orang lain, terutama mengenai status sosial
untuk memenuhi hasrat tersebut, manusia berlomba untuk memiliki suatu kepemilikian yang biasa bersifat kebendaan guna merefleksikan status sosial yang dikehendakinya
akan tetapi hal tersebut memunculkan suatu masalah baru di masyarakat, dimana terjadi penyimpangan nilai dari nilai kegunaan benda itu sendiri
inilah yang menimbulkan efek domino dimana masalah baru akan muncul setelahnya

Apa aja dilema yang muncul garagara akibat punya mobil pribadi?

1. So pasti kemacetan

24_Macet_Pasca_Hujan_060213_ds-6533531311007680745_JPG

Tahukan kamu bahwa terjadi fenomena “bottleneck” di kota2 besar?
“bottleneck” Ketika diterapkan dalam lalu lintas, berupa kekurangan daya tampung jalan karena terbanjiri oleh volume kendaraan yang berlebih
jika dilihat dari daya tampung kendaraan, mobil lah yg sering mengalami penyimpangan nilai guna. hal ini biasanya digambarkan dengan mobil yg digunakan untuk 1 – 2 orang saja sehingga mobil menjadi mubazir mengingat volume nya tidak digunakan se efisien mungkin

“tapi bro, motor juga penyebab kemacetan!”

betul, sangat betul. namun meskipun menjadi salah satu faktor penyebab kemacetan, motor tidak mengalami penurunan nilai guna, malah digunakan sampai melebihi batas maksimal, yaitu 3 orang dalam satu motor

2. Beban Negara Bro..

5692118_20150306112830

Tahukah kamu bahwa karakteristik mesin mobil sekarang diharuskan menggunakan pertamax?
iya, sudah pasti tahu. namun apa daya, dengan pndapatan yg mepet kearah pas2an maka pengguna mobil melakukan langkah pelarian dengan menggunakan premium untuk menekan biaya pengeluaran mereka.

secara langsung mereka menjadi beban negara dimana negara harus mensubsidi konsumsi bahan bakar mereka.

“tapi bro, ane bayar pajak kok!”
mari kita berhitung sejenak
kita ambil contoh mobil murah, si alia dimana pajak tahunannya sekitar Rp.1.580.500,-, dengan penggunaan bahan bakar (yg katanya irit) 2 liter perhari dengan waktu efektif 300 hari
dengan nilai keekonomian premium seharga Rp.10.000 dan harga premium Rp.6.800 maka pemerintah mensubsidi Rp.3.200/liter

[3.200 x 2] x 300 = Rp. 1.920.000 / tahun
dengan begitu maka Rp. 1.920.000 – Rp.1.580.500 = Rp.339.000
iyak, pemerintah harus nombok sekitar Rp.339.000 / mobil / tahun

jadi saya rasa kurang sreg aja jika ada pengguna mobil yg bilang keberatan jika premium naik, karena mereka turut ambil peran dalam penyebab terjadinya BBM naik

3. Jadi penyebab terjadinya keterhambatan pembangunan dan kenaikan harga bahan pokok

5692118_20150306111413

LAH?? darimane nih?
tenang, ada hubungannya. seperti yg dibahas diatas kalau pajak yg diterima oleh pemerintah hanya bersifat semu, karena digunakan kembali untuk mensubsidi BBM. bahkan kalau ujung2nya nombok ya terpaksa menekan pengeluaran dibidang lain
selain itu, pemerintah juga seakan dikejar waktu untuk merealisasikan pembangunan jalan raya agar setara dengan banyaknya kendaraan bermotor
inilah yg mengakibatkan pembangunan sektor lain terhambat karena biaya digunakan untuk menutupi subsidi BBM.

pemerintah juga harus melakukan manuver agar biaya pembangunan sektor lain tidak terkorbankan terlalu banyak, maka dari itu dilakukan langkah putus asa dimana BBM bersubsidi semua dinaikan harganya. untuk kendaraan roda dua, makin pusing biaya cicilannya, untuk pemilik kendaraan roda empat, ngeluh depan kamera BBM naik dan untuk kendaraan pengangkut bahan pokok sehari2 ya terpaksa naikin harga deh
coba semua pengguna kendaraan pribadi pada pakai BBM non-subsidi, kalau ada pedagang yg bilang harga naik karena BBM naik, jitakin aja pake terong sampe mingkilat itu palanya

kan kasian orang gak mampu yg gak punya kendaraan terkena imbasnya karena harga bahan pokok naik
padahal seharusnya pengguna kendaraan bermotor tau makna dari spanduk ini.

tapi sayang, bertindak seakan gak mampu, tapi dicibir sebagai orang gak mampu malah gak terima

Beberapa solusi bagi para pengguna mobil pribadi

1. Gunakanlah BBM non-subsidi agar BBM subsidi digunakan oleh pihak yg semestinya ( pengangkut kebutuhan pokok sehari ) sehingga beban negara tidak terlalu banyak an kebutuhan pokok TIDAK NAIK

2. Jika anda berpergian sendiri atau dua orang, gunakanlah kendaraan umum. jika ada yg bicara kendaraan umum tidak layak, biaya yg anda keluarkan sejatinya untuk membiayai fasilitas tersebut. kesini2 akan semakin baik. ingat ada pepatah bersakit2 dahulu, bersenang2 kemudian

3. Hilangkan mindset kepada anak bahwa mobil bukanlah benda keren!! karena ada sebuah kegundahgulanaan bagi saya (halah) melihat anak muda yg blum punya penghasilan tetap atau penghasilan sedikit sudah memakai mobil. hak mereka itu benar, tapi itu sama aja gali lobang, tutup lobang. langkah untuk menutup lobangnya itu yg berbahaya, entah menggunakan yg bukan hak dia atau tindakan lainnya.

4. Tanamkan mindset dahulukan kebutuhan (bukan hak) orang lain, baru hak (setelah kebutuhan tercukupi) kita

5. Selalu ingat, kita akan regenerasi, biarkan anak cucu kita hidup dengan layak dan jangan lupa tanamkan mindset tersebut kepada penerus kita


@kaskus.co.id

(Visited 250 times, 2 visits today)

Leave a Reply

*