Home > GAYA > Fashion pun Sebabkan Global Warming

Fashion pun Sebabkan Global Warming

Teman-teman merasa tidak peduli fashion? Terlepas dari Anda merasa jadi orang yang peduli trend mode atau tidak, mau tak mau Anda harus menggunakan produk sandang yang memang adalah hasil dari indutri tekstil dunia. Nylon, polyester, katun, wool, pewarna kain, kapas, bahkan sutra. Semuanya ialah hasil industri tekstil: industri yang berkontribusi besar membuat bumi ini semakin penuh dengan polusi.

Salah satu penggunaan fashion yang sebabkan global warming

via : http://goo.gl/yAHEiG

via : http://goo.gl/yAHEiG

Scarf umumnya terbuat dari nylon, polyester, atau campuran keduanya. Keduanya terbuat dari petrokimia yang rentan menyebabkan global warming. Nah lo.. Apa teman-teman menyadarinya?

Untuk memproduksi nylon, nitro oksida “diproduksi” sebagai bagian dari prosesnya. Nitro oksida merupakan salah satu gas yang berbahaya dalam greenhouse effect yang kekuatannya 310 kali lebih kuat daripada karbon dioksida dalam menyebabkan global warming.

Bahkan, kain katun yang terlihat paling natural sekalipun, sebenarnya, justru lebih tidak ramah lingkungan

sumber : http://goo.gl/e16jII

sumber : http://goo.gl/e16jII

Kapas merupakan salah satu tumbuhan di dunia yang paling tidak ramah lingkungan. Tahukah kalian bahwa kapas secara rutin disemprot dengan campuran pestisida dan bahan kimia lainnya yang jauh lebih berat dan berbahaya daripada yang digunakan untuk tumbuhan pangan?
Bahan-bahan kimia yang digunakan selama proses pembuatan bahan-bahan dan pakaian ini, akan terus ada dan akan terus memberikan dampak pada penggunannya. Oleh karena itu, dengan banyaknya dampak buruk yang ditimbulkan, maka sudah sewajarnya industri yang berdampak besar bagi kehidupan manusia itu mulai memikirkan dan mengambil langkah untuk lebih ”menghijaukan” industrinya.

Lantas solusinya bagaimana?

Memperkenalkan, Eco Fashion. Eco Fashion sering dikaitkan dengan fashion ramah lingkungan atau Green Fashion, atau juga Sustainable Fashion. kesadaran Eco Fashion di Indonesia, masih terbilang sangat kecil.

Eco-fashion ditujukan untuk pakaian dan produk fashion yang telah di produksi menggunakan produk – produk ramah lingkungan. Produk eco-fashion dapat menggunakan bahan-bahan pakaian lama yang di recycle atau bahkan menggunakan material recycle lainnya yang diproduksi dari botol plastik, kaleng soda, dan lainnya. Eco-fashion tidak selalu harus dibuat menggunakan serat organik.

Sebelumnya hanya segelintir desainer saja yang tertarik untuk membuat busana yang ramah lingkungan, baik dari segi bahan yang digunakan hingga proses pengerjaannya. Namun kini desainer kelas dunia beramai-ramai menciptakan busana berkonsep eco-fashion tersebut, antara lain Stella McCartnye, Versace, dan Diesel.

“The fashion industry tends to attract people with serious personality defects. They just want to be rich and famous. But at some point you have to decide: Are you going to mindlessly go the easy way or are you going to go the ethical way?”

 


@kaskus

(Visited 228 times, 4 visits today)

Leave a Reply

*