Home > HOBI > Futpong, cara baru asah skill main bola

Futpong, cara baru asah skill main bola

Inovasi bisa lahir dari tindakan iseng. Futpong, misalnya. Sejak diciptakan Curt Bjurlin eks pemain sepakbola dan putra kembarnya, Teddy dan Ziggy, futpong justru memberi solusi skill sepak bola pada pemain yunior.

Menilik namanya, bisa ditebak ini permainan sederhana gabungan sepak bola (futbol) dan tenis meja (pingpong). Futpong dimainkan satu lawan satu dan menggunakan jaring portabel serta bola sepak ukuran kecil.

Jaring(net) diletakkan setinggi 40 cm dan selebar 1,8 meter. Sebagai perbandingan, jaring pingpong hanya setinggi 15,25 cm.

Laman resmi Futpong tidak menjelaskan bola nomor berapa yang digunakan. Beritagar menduga bola itu nomor dua atau tiga. Ukuran bola futsal adalah nomor empat) dan bola standar sepak bola nomor lima.

Tapi yang pasti, “Ini mudah dilakukan di mana saja. Di trotoar, garasi, halaman, taman atau bahkan di lapangan parkir,” tulis laman tersebut.

Futpong

Futpong

Bjurlin bersama Dave Wager pengusaha lokal dan eks pemain sepak bola, serta eks kapten timnas AS Rick Davis sepakat futpong harus dipopulerkan khususnya di AS yang sedang giat mempopulerkan sepak bola.

Caranya dengan memproduksi futpong secara massal. Setahun sejak ditemukan Bjurlin dan putranya, mereka menggalang dana masyarakat lewat Kickstarter. Namun upaya pendanaan khalayak itu gagal.

Memasang target USD50 ribu (Rp675 juta), mereka hanya meraih USD 15.175 pada akhir kampanye (24/7/2015).

Mereka tak patah arang. Mulai akhir September 2015, mereka menerima pesanan. Harga satu paket futpong berkisar USD70-80. Selain di website, informasinya bisa dibaca di Facebook atau diikuti di Twitter.

Keseruan bermain Futpong

Keseruan bermain Futpong

Selain sisi bisnis yang tak mudah, futpong relatif sulit dimainkan. Itu sebabnya dia dianggap tepat untuk mengasah skill para pemain pemula (yunior).

Bjurlin mengatakan futpong meningkatkan skill kontrol bola, juggling serta keseimbangan (tubuh).

“Setiap pertandingan, pemain minimal menyentuh bola 20-30 kali. Dan Anda membutuhkan ribuan kali sentuhan agar koordinasi mata dan kaki sehingga bisa menjadi pemain bagus,” kata Bjurlin.

Futpong kemudian diterapkan pada tiga pemain yunior klub lokal Regent Soccer Club selama satu bulan. Dalam tiga bulan, skill tiga pemain tersebut meningkat drastis.

“Permainan mereka membaik. Ini solusi menyenangkan di luar sesi latihan dan meringankan tugas saya,” kata Direktur Operasi Regent Soccer Club, Christopher Delehanty.

Bjurlin pun senang. Futpong memungkinkan seorang pemain latihan kontrol bola 500 kali dalam satu jam.


@beritagar.com

(Visited 188 times, 1 visits today)

Leave a Reply

*