Home > HIBURAN > ENTERTAINMENT > Isyana Sarasvati berhasil menggebrak lewat musik klasik

Isyana Sarasvati berhasil menggebrak lewat musik klasik

Titi DJ, Krisdayanti dan Ruth Sahanaya boleh bernapas lega. Tongkat estafet solis perempuan di ranah pop diteruskan para penyanyi muda nan bertalenta.

Setelah kemunculan Raisa Andriana dan Yura Yunita Rachman, hadir Isyana Sarasvati (22).

Penyebab kehadiran mojang kelahiran Bandung, Jawa Barat, ini serupa dengan Raisa; kerap mengunggah kebisaannya menyanyikan lagu-lagu populer ke kanal Youtube.

Sony Music Indonesia melihat potensi besar yang dimiliki putri pasangan Sapta Dwikardana (dosen, pakar grafologi, dan terapis) dan Luana Marpanda (guru musik) ini.

Isyan, sapaan akrabnya, pun mendapat kontrak rekaman. Hingga saat ini, dia telah mengeluarkan dua single.

“Setelah rilis single Keep Being You (2014) dan yang terbaru Tetap Dalam Jiwa, aku mau merampungkan album perdana yang materinya sudah ada dari tahun lalu.
Tertundanya perilisan album ini karena kemarin domisili masih nyangkut di luar negeri dan baru pulang ke Indonesia satu setengah bulan yang lalu. Sekarang lagi tahap penyelesaian,” ujarnya saat menghadiri acara buka bersama Guvera di bilangan Senopati, Jakarta Selatan.
Rolling Stone Indonesia, 13 Juli 2015.

Cewek yang jago memainkan piano, elekton, violin, flute dan saksofon ini jatuh cinta pada musik sejak mengenal musik klasik. Genre tersebut digandrunginya sejak masih di bangku sekolah dasar.

Kepada Jawa Pos, ia menuturkan punya cita-cita jadi komposer sekaligus konduktor orkestra saat masih kelas satu SD.

Meski akar musiknya dibentuk dan dipengaruhi musik klasik, penggemar Johann Sebastian Bach, Wolfgang Amadeus Mozart dan Joseph Hayden itu menggaransi debut albumnya nanti lebih ngepop. Itulah bentuk eksplorasinya.

Isyan juga ingin meninggalkan kesan pertama yang bagus di hati penggemar musik. Apalagi, ranah pop sesak oleh solis perempuan. Itu sebabnya Isyan siap bersaing.

Album debutnya akan berisi 10 lagu yang seluruhnya ditulis dan diaransemen oleh Isyana langsung. Meski lebih ngepop, unsur klasik seperti penggunaan orkestra tetap disisipkan dan dipadu dengan corak musik R&B.

Alumni Royal College of Music, Inggris, ini mengaku tidak bisa meninggalkan musik klasik yang dianggapnya sebagai fondasi dalam menjelajahi corak musik apapun.

Lantas dari mana Isyan mendapat pengaruh musik pop? Pengaruh datang dari sang kakak, Rara Sekar Larasati (kini vokalis band folk Banda Neira). Mereka berdua tumbuh sebagai penggemar musik sejak kecil.

Jika Isyana lebih menggemari alunan musik klasik, maka porsi mendengarkan musik pop lebih banyak dilakukan oleh Rara. Meski beda selera, keduanya tetap kompak. Tambah lagi lingkungan keluarganya adalah penyuka beragam genre musik.


@beritagar

(Visited 365 times, 1 visits today)

Leave a Reply

*