Home > POPULER > Karya Penulis Cilik Indonesia Muncul di Amazon

Karya Penulis Cilik Indonesia Muncul di Amazon

JAKARTA—Anak-anak yang lahir di rentang tahun 1980–awal 2000  dikenal sebagai Generai Millenial, generasi yang terlahir dan dibesarkan dengan kemajuan teknologi berbasis internet dan piranti cerdas. APJII memperkirakan ada 43 juta Millennial terkoneksi internet  di Indonesia 2014.

Tak mengherankan jika kehidupan mereka selalu dikelilingi piranti berteknologi terkini dan kemudahan akses informasi. Kondisi ini yang membuat mereka memiliki kemampuan multi-tasking: mengerjakan tugas sembari mendengarkan musik dan menonton video online.

“Teknologi sudah menjadi nyawa dan nafas keseharian bagi anak Millennial. Jika digunakan secara benar, mereka akan memiliki media untuk menciptakan konten dan kesempatan untuk unjuk gigi di panggung dunia,” ujar Cahyana Ahmadjayadi, mantan Dirjen Aplikasi dan Telematika Kementerian Komunikasi dan Informatika saat dihubungi di Jakarta, baru-baru ini.

Pernyataan Cahyana ini ingin menunjukkan bahwa di balik kekhawatiran para orang tua akan kemudahan akses informasi seperti sekarang ini, ada peluang luar biasa besar untuk memanfaatkan teknologi digital sebagai katalis bagi anak-anak Millennial (digital native). Khususnya untuk berkreasi dengan musik, tulisan, lukisan, dan semua hobi lain yang mereka sukai.

Manfaat luar biasa itu yang telah dirasakan oleh Jessica Tan dan Jennifer Tan. Berkat orang tuanya yang telah memperkenalkan teknologi sejak usia dini, duo kembar ini mampu berkarya dengan piranti cerdas yang mereka miliki. Di usianya yang ke-11, keduanya telah menerbitkan buku cerita fiksi anak berbahasa Inggris di Amazon dalam versi Kindle e-Book.

Tentu saja, kemampuan menulis kedua putri kembar ini tak diperolehnya secara instan. Sejak usia 7 tahun saat masih sekolah di Redmond Elementary School, Washington, duo kembar ini sangat menyukai internet, game, membaca dan menulis layaknya anak Millennial yang lain. Karena itu, sang orang tua membekali kedua putrinya dengan piranti cerdas berupa iPad.

Salah satu orang tua duo kembar yang dikenal telah lama berkecimpung di perusahaan IT multinasional ini, ingin memberikan akses teknologi sejak dini bagi kedua putrinya untuk melatih kreatifitas dan bereksperimen dengan fantasi mereka dalam bentuk karya kreasi digital. Dengan iPad ini pula, ada aturan.

“Saya mengizinkan mereka main game dan melihat video online selama 60 menit, asalkan mereka telah membaca dan membuat cerita tentang apa pun yang ada dibenak mereka selama 60 menit,” ujarnya.

Dua tahun di Washington, dan kembali ke Jakarta, tak membuat hobi menulis kedua putri kembar yang lahir di Surabaya, Juli 2003 ini luntur. Di usia 9 tahun, baik Jessica maupun Jennifer mampu menyelesaikan buku cerita pertama mereka saat duduk kelas 6 di Jakarta Nanyang School. Jessica menulis buku cerita berjudul ‘Peach the Wise Dog and the Twin Puppies’ (tentang binatang peliharaan). Sedangkan saudara kembarnya, Jennifer, menyelesaikan buku ‘Laura Green and the Screaming Maze’ (tentang misteri).


@lyusniar.wordpress.com

(Visited 602 times, 2 visits today)
You may also like
Cerita Banting Stir Karyawan Jadi Pengusaha
Startup Dana Terbatas? Coba Lakukan “Growth Hacking”
Entrepreneur = Menyelesaikan Masalah, Bukan Untuk Kaya

Leave a Reply

*