Home > POPULER > Kronologi Pembukuan Al-Quran Yang Harus Kamu Tahu

Kronologi Pembukuan Al-Quran Yang Harus Kamu Tahu

Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dengan perantara malaikat Jibril sebagai mu’jizat dengan cara bertahap.

Nabi Muhammad SAW menghapalkan setiap bacaan Al-Quran yang diwahyukan kepadanya secara pribadi kemudian mengajarkannya pada sahabat-sahabat untuk dihapalkan dan dipahami. Agar mudah dihapal, Nabi Muhammad SAW memerintahkan Zaid bin Tsabit untuk menulisnya.

Selain oleh Zaid bin Tsabit, penulisan Al-Quran pun dilakukan oleh para sahabat untuk mereka miliki sendiri. Namun ada sebagian sahabat yang memberikannya kepada Nabi Muhammad SAW.

Pada masa itu, penulisan Al-Quran dilakukan di pelepah kurma, lempengan batu, dan di keping-keping tulang hewan karena terbatasnya media yang digunakan. Walau sudah banyak yang menuliskan Al-Quran, namun Al-Quran belum terkumpul menjadi satu mushaf, masih berserakan.  Hal tersebut dikarenakan Nabi Muhammad SAW masih menunggu wahyu berikutnya dan ada beberapa ayat Al-Quran yang dimasukkan oleh ayat lain.

Masa Abu Bakar

Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, Abu Bakar menjadi khalifah Islam yang pertama. Di masa inilah Al-Quran mulai dibukukan karena kondisi yang sangat kacau pada masanya sehingga terjadi peperangan besar untuk mengatasi keadaan Islam yang mulai terpecah belah.

Walau kemenangan berada pada pihak Islam, namun banyak juga pejuang Islam yang hapal Al-Quran meninggal. Melihat hal tersebut, dalam rangka melestarikan Al-Quran, Umar bin Khatab mengusulkan agar mengumpulkan Al-Quran yang masih berserakan menjadi satu mushaf.

Akhirnya Abu Bakar memerintahkan Zaid bin Tsabit untuk mengumpulkan Al-Quran. Dengan berbekal tulisan yang pernah dibuatnya saat masa Nabi Muhammad, tulisan pribadi para sahabat, dan hapalan-hapalan para penghapal Al-Quran yang masih hidup, Zaid bin Tsabit mengumpulkan semuanya dengan hati-hati. Pengumpulan yang dilakukan pada masa Abu Bakar ini tidak begitu saja dengan mengandalkan hapalan para sahabat, namun ada 3 syarat:

–    Berupa dokumen tertulis.
–    Apa yang ditulis telah dikenal dan dihapal banyak sahabat.
–    Disertai 2 saksi yang menyaksikan dokumen tersebut memang ditulis di hadapan Nabi Muhammad SAW.

Hasil penyusunan Al-Quran tersebut diberikan kepada Abu Bakar yang menyimpannya sampai beliau wafat.

Masa Umar bin Khattab

Setelah Abu Bakar wafat, kepemimpinan Islam dipegang oleh Umar bin Khattab. Pada masa ini tidak ada permasalahan dalam penyusunan Al-Quran karena para sahabat telah bersepakat dengan Al-Quran yang telah tersusun. Masa ini, Umar bin Khattab lebih fokus pada perluasan wilayah. Namun tentu saja Umar bin Khattab tetap menjaga Al-Quran dengan sangat hati-hati. Setelah Umar bin Khattab wafat, Al-Quran diserahkan pada Hafsah, istri Nabi Muhammad.

Masa Ustman bin Affan

Semakin luas dan banyaknya wilayah yang ditaklukkan oleh Umar bin Khattab pada pemerintahan sebelumnya, membuat pemeluk agama Islam semakin banyak dan beragam. Hal ini mengakibatkan adanya perbedaan cara membaca Al-Quran dan semuanya merasa paling benar.

Perbedaan ini juga disebabkan adanya kelonggaran yang diberikan Nabi Muhammad SAW sebelumnya kepada kabilah Arab dalam membaca Al-Quran menurut dialeknya masing-masing.

Melihat hal ini, Ustman bin Affan memerintahkan kepada Zaid untuk mengambil Al-Quran dari rumah Hafsah dan memperbanyaknya menjadi enam Al-Quran. Yang asli dikirimkan kembali kepada Hafsah, yang lima dikirimkan ke wilayah Islam, yaitu Mekkah, Kuffah, Basrah, dan Suria, sedangkan yang satu lagi disimpan sendiri oleh Ustman bin Affan di rumahnya. Pengiriman Al-Quran ke wilayah Islam tersebut disertai dengan tutor dalam rangka penyeragaman bacaan Al-Quran. Dikhawatirkan bila ada perbedaan dalam membaca, hal tersebut akan menimbulkan perpecahan.

Hingga kini Al-Quran telah banyak menyebar di berbagai kalangan umat muslim berkat perjuangan Nabi Muhammad SAW dan sahabat-sahabat untuk menulis dan mengumpulkan Al-Quran hingga menjadi sebuah buku seperti yang sering kita baca sekarang ini.

(Visited 217 times, 2 visits today)

Leave a Reply

*