Home > POPULER > PESTA KELULUSAN UN: BIKINI PARTY, EDM-AN ATAU CORAT CORET SERAGAM?

PESTA KELULUSAN UN: BIKINI PARTY, EDM-AN ATAU CORAT CORET SERAGAM?

Goodbye UN

Merayakan selesainya gelaran UN 2015, pelajar di Jakarta kompak ingin bilang “Googbye UN”.  Mereka pun menggelar party di salah satu klub di Jakarta Pusat pada Rabu (14/4) lalu. Namun sayang, gelaran itu ternyata kurang diminati pelajar, pasalnya ucapan selamat tinggal UN di hari pertama dikunjungi sedikit siswa saja.

“Acara goodbye UN hari pertama emang sepi, nama acaranya Wolfspit. Tujuannya sih bukan cuma buat kumpul rame-rame, tapi buat kebersamaan angkatan,”

kata Niki salah satu yang mengomandoi acara tersebut.

Ihsan, salah satu pengunjung Goodbye UN Party bilang, acara ini untuk melonggarkan urat-urat yang kencang setelah menjawab soal-soal UN di kertas. Maklum, warga SMA swasta di Jakarta ini ingin relaksasi sebentar saja.

“Gue sih ke sini sama temen-temen bener-bener pingin have fun aja. Pengen bebas aja sih,” katanya.

Hari kedua, perayaan GoodBye UN terpantau lebih ramai. Meski tujuannysa sama, event organizer-nya berbeda. Dengan mendatangkan DJ dan pengisi acara malam “perpisahan UN” itu, pengunjung hari kedua terlihat lebih gila. Anak-anaknya pada “lepas” semua. Berakhirnya UN yang dijalani dengan lancar membuat mereka ngerayain pol-polan.

Setidaknya sebelum sampai jam 12 malam, terdapat setidak dua orang cewek yang udah tumbang tuh. Pengunjung cowok masih pada kuat sampai pagi menjelang.

Meski begitu, pengakuan beberap pengunjung yang masih “sadar“, mereka puas banget sama party kedua ini, apalagi pas salah satu pengisia acara jagoan mereka main DJ. Pecah banget!

Karena nggak semua pelajar minum-minum. HAI juga ngobrol sama beberapa pengunjung yang ikut dugem tapi nggak minum sama sekali. Paling cuma minum yang halal-halal doang kayak lemon tea gitu. Pengakuan mereka adalah demi untuk ngejagain temennya yang suka lepas kontrol.

“Gue bawa mobil, nggak mau mabok gue. Cuma pengen party-nya aja sama temen-temen,” kata Aldo, dari SMA Swasta di Jakarta Selatan.

Pesta Bikini Paska UN Dilarang

Pesta Bikini untuk pelajar SMA dalam waktu dekat ini bakal digelar sebagai bagian dari perayaan kelulusan UN. Pesta bertema

‘Splash After Class’

Pesta bikni sma

Pesta bikni sma

ini smepat bikin geger karena sang event organizer yang menyelenggarakan mengajak pengunung untuk berbusana bikini sebagai dresscodenya. Undangan Pesta Bikini itu pun disebar via Youtube, namun karena mendapat larangan dari beberapa pihak, penyelenggara acara tersebut sudah menghapusnya.

Setelah beberapa kali mencari sumber, HAI mencoba juga menengok video tayangan pesta bikini yang diperuntukkan bagi pelajar SMA di Jakarta dan Bekasi itu pada Kamis (23/4) ini. Namun benar adanya, kalau video invitation sudah hilang.  Meski begitu, pamflet yang tersebar di socmed masih beredar. Dimana gelaran pesta bikini tersebut direncanakan berlangsung pada

25 April mulai pukul 22.00 WIB di kolam renang di hotel di kawasan Gunung Sahari Jakarta Pusat.

Sejumlah DJ bakal ikut memeriahkan acara, bahkan list beberapa sekolah sudah terpampang jelas di fyler tersebut.

Belum dikonfirmasi apa tujuan dari acara ini, hanya saja soal nama besar “Pesta Bikini” mendapat sorotan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Mereka gerah karena khawatir pesta dengan pakaian dalam membawa pelajar ke hal-hal yang tidak diinginkan, untuk itu Ketua KPAI Asrorun Niam berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan pencegahan atas acara yang tinggal dua hari lagi.

“Sebaiknya merayakan UN dengan hal positif. Kami juga meminta orangtua dan sekolah melakukan langkah preventif. Jadi setop kegiatan yang tak bermakna itu,” ucap Niam.Waduh!

No More Corat-Coret Seragam

Coret seragam

Coret seragam

Nah kalau kegiatan ini boleh ditiru lho, paska Ujian Nasional (UN) kelar sejumlah pelajar di Medan, Sumatera Utara nggak  mau membuat hura-hura di jalan, justru sebagian dari mereka malah mengatre di lapangan sekolah untuk menyumbangkan seragam sekolahnya.

Baju seragam yang dimasukan ke dalam sebuah kotak yang telah disediakan oleh pihak sekolah itu rencananya bakal disumbangkan untuk pengungsi korban letusan Gunung Sinabung. Tindakan itu dinilai lebih baik daripada baju itu dicoret-coret.

Salah satu warga SMAN 2 Medan, Devia Sutantri Nasution mengaku senang bisa ikut dalam kegiatan sosial tersebu dan menyumbangkan sebagian seragamnya. Selesai UN ini, dia berharap mendapat kelulusannya dan sekaligus mendoakan semoga seragam yang dititipkan ke panitia bisa memberikan manfaat kepada penerimanya.

“Ya mudah-mudahan hal ini bisa membantu orang lain yang sedang membutuhkan, usai UN kami sumbangkan seragam, namun kami sudah bawa baju untuk pengganti,” kata Devia di lokasi, Rabu (15/4) kemarin.

Menyambut kegiatan mulia ini, Kepala SMAN 2 Medan, Sutrisno mengaku pakaian yang sudah terkumpul tersebut akan disumbangkan ke posko bencana di Karo, “Seragam-seragam ini akan disumbangkan kepada pengungsi korban letusan Gunung Sinabung di Karo. Sisanya akan dibagikan untuk siswa miskin,” ucapnya.

Dia juga mengaku hal ini adalah salah satu cara agar siswa tidak melakukan coret-coret,

“Kan bajunya lebih baik disumbangkan untuk orang yang membutuhkan daripada dicoreti,” tambahnya.

@hai-online.com

 

(Visited 2,831 times, 10 visits today)

Leave a Reply

*