Home > STARTUP > WONG NDESO BERNILAI RP 2 TRILIUN

WONG NDESO BERNILAI RP 2 TRILIUN

Saya kenalkan kepada Anda, namanya Achmad Zaky, wong ndeso dari Sragen. Dua hari ini saya menemaninya ke Surabaya. Dia sendiri baru pertama kalinya ke Surabaya. Zaky usianya baru 28 tahun, masih muda, yang membuat istimewa dia adalah CEO Bukalapak.com yang valuasi bisnisnya mencapai Rp 2 triliun, coba…

11154782_10206547171742816_6833301579154087687_o

Ia terbilang sukses mendirtikan Bukalapak, karena setahun setelah berdiri, Bukalapak mendapat pendanaan dari Batavia Incubator (perusahaan gabungan dari Rebright Partners yang dipimpin oleh Takeshi Ebihara, Japanese Incubator dan Corfina Group). Di tahun 2012, Bukalapak menerima tambahan investasi dari GREE Ventures yang dipimpin oleh Kuan Hsu. Pada bulan Maret 2014, Bukalapak mengumumkan investasi oleh Aucfan, IREP, 500 Startups, dan GREE Ventures. Dan terakhir pada bulan February 2015, Bukalapak mendapatkan investasi serie B dari Emtek Group – SCTV Group (PT Kreatif Media Karya). Berapa jumlahnya? Ratusan milyar. Ada yang menyebut Rp 400 miliar hanya untuk saham dibawah 20 persen.

11050266_10206547174342881_2580797898919804399_nBukalapak kini mempunyai 90 orang karyawan di kantornya, semua anak muda. Ngantor dengan pakai kaos oblong, rambut sekenanya, melihat mereka rasanya hidup merdeka sekali. Sementara jumlah pengunjung awalnya dari nol pengunjung, kini sudah hampir sejuta pengunjung ke Bukalapak setiap harinya. Kini nilai transaksi per harinya berkisar antara 1,5 milyar – 2,5 milyar rupiah dengan jumlah pelapak (penjual) lebih dari 150.000 seller.

Suatu saat saya bilang pada Zaky, bahwa anak-anak muda kita ini sebenarnya nggak perlu repot mikir jadi PNS atau apa, kalau mau sedikit susah saja, yang kayak gini bisa jadi lahan baru. Zaky lalu bercerita tentang beberapa pelapak yang sukses. Salah satunya adalah pegawai Bogasari yang rela keluar dari pekerjaanya karena punya penghasilan 60 juta perbulan dari jualan asesoris handphone di Bukalapak. Belum lagi mereka yang bisa nyicil rumah, mobil dll, karena penghasilan mereka diatas Rp 30 juta perbulan. Namun memang semua perlu kerja keras. Karena itu, kini Zaky rajin keliling untuk sekedar berbagi inspirasi dengan anak-anak muda. Ini semua ditunjang oleh koneksi internet yang makin menyambungkan antar manusia dengan smartphone yang mereka miliki.

Zaky lalu menuliskan bagaimana dia bekerja keras di awal, dia mengirimkannya lewat WA malam-malam dan saya bagi untuk Anda semua.

“Masih teringat di kepala saya dulu pertama kali membangun Bukalapak di tahun 2010 setelah lulus dari ITB, hampir semua orang di sekeliling saya skeptis dengan yang namanya internet business, apalagi e-commerce. Saya pun sampai tidak enak kalau ditanya saudara atau keluarga, kerja dimana, jawaban saya selalu “lagi interview di perusahaan X, Y, Z” yang semuanya perusahaan top.

Tapi saya memang keras kepala, saya kekeuh bahwa Bukalapak adalah masa depan kami. Kami bermimpi suatu saat usaha-usaha offline itu akan online, belanja pun juga akan online semua. Apapun akan terkoneksi dengan internet di masa depan. Sambil mencoba tidak mendengar apa kata orang, sejak Bukalapak live, kita mulai bekerja mengajak siapapun yang sudah jualan online untuk bergabung, ada yang di mall, di pasar sampai via internet di Facebook, Forum, Twitter semuanya kita ajak. Waktu kami dari pagi sampai tengah malam habis untuk mengajak berbagai kalangan bisnis untuk bergabung Bukalapak. Seringkali kami tidur di garasi kecil kami di bilangan Haji Nawi, Jakarta Selatan. Weekend kami pun diisi dengan membangun Bukalapak, kadang refreshing bentar ke Pondok Indah Mall, walau cuma bisa lihat-liat saja, setelah itu balik ke garasi…he..he..”

(Visited 3,466 times, 29 visits today)

1 Response

Leave a Reply

*